Latest News

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan



KLIKDOKTER.com - Mungkin Anda pernah mendengar istilah ‘penyakit lupa’, atau kadang kala orang usia lanjut sering mengeluh suka melupakan hal tertentu. Janganlah Anda anggap sepele keluhan itu, karena bisa jadi keluhan itu merupakan bagian dari penyakit Alzheimer. Dan tidak sedikit juga salah paham mengenai kondisi ini di tengah masyarakat, simak fenomena paling umum dari sebagian mispersepsi Alzheimer di masyarakat:

  1. Mitos: Banyak Belajar Banyak Lupa
    Fakta: Salah. Lupa yang disebabkan oleh Alzheimer dikarenakan penurunan fungsi otak, dimana dipicu oleh kematian dari sel-sel otak. Selain itu, pada otak penderita Alzheimer juga ditemukan plak protein abnormal yang menyebabkan kematian sel.  Apabila dilakukan pemotongan pada otak penderita penyakit Alzheimer, terlihat otaknya menjadi lebih kecil dibandingkan otak normal. Nah kegiatan belajar justru melatih dan menjaga fungsi otak. Semakin konsisten Anda melatihnya, maka akan semakin baik performanya. Justru banyak belajar, tidak mudah lupa.
  2. Mitos: Ketika Tua Nanti Kita Semua Mutlak Pikun
    Fakta: Tidak sepenuhnya benar. Sebagian manula ditemukan masih memiliki daya ingat yang baik. Alzheimer merupakan kondisi penyakit yang terjadi pada sebagian orang di usia tua. Dari beberapa jurnal ditemukan saran pencegahan Alzheimer adalah berupa melatih otak dengan cara membaca, bermain puzzle, menulis jurnal keseharian, olahraga atau pun asupan makan. Dengan menjalankan kiat pencegahan Alzheimer, Anda dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer di masa tua Anda dari sekarang.
  3. Mitos: Ukuran Otak Penderita Alzheimer Sama dengan Normal
    Fakta: Salah. Pada otak penderita Alzheimer ditemukan plak protein abnormal yang menyebabkan kematian sel.  Apabila dilakukan pemotongan pada otak penderita penyakit Alzheimer, terlihat otaknya menjadi lebih kecil dibandingkan otak normal.
  4. Mitos: Alzheimer Hanya Berdampak Pada Ingatan. Fakta: Salah. Pada keadaan penyakit yang lanjut, seorang penderita Alzheimer bisa memiliki kesulitan dalam mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengalami gangguan berpikir. Penderita Alzheimer dapat memiliki masalah berbicara, merasa cemas dan gelisah. Berikut ini adalah beberapa gejala umum dari penyakit Alzheimer: Hilang ingatan, suka bingung dengan waktu dan tempat (disorientasi), gangguan berbicara, kesulitan menyelesaikan tugas yang biasa dilakukan, ceroboh dan lalai.
  5. Mitos: Ginkgo Biloba adalah Obat Alzheimer
    Fakta: Salah. National Center for Complementary dan Alternatif Medicine, bagian dari National Institutes of Health, Amerika Serikat mendanai sebuah penelitian mengenai ginkgo biloba yang melibatkan enam pusat medis dan lebih dari 3.000 orang berusia antara 72 hingga 96 tahun selama tujuh tahun. Hasil penelitian tidak menemukan hubungan ekstrak ginkgo biloba memberikan efek penurunan kognitif pada orang lanjut usia, khususnya memori, konstruksi visual-spasial, bahasa, perhatian dan kecepatan psikomotor.

Sampai saat ini belum ditemukan obat pasti untuk pengobatan Alzheimer. Terdapat beberapa obat-obatan untuk penyakit ini, dan penggunaannya harus berada dibawah supervisi dokter. Idealnya, pengobatan penyakit Alzheimer membutuhkan sebuah tim dokter yang melibatkan dokter penyakit dalam (spesialis geriatri-yang merawat orang tua), dokter  saraf, dan psikiater.

Selain itu, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga diperlukan dalam membantu seorang penderita Alzheimer. Keluarga dapat membantu penderita Alzheimer untuk melakukan kegiatan sehari-hari, aktivias fisik dan melakukan interaksi sosial. Penderita Alzheimer juga perlu dibantu untuk mengingat dengan berbagai alat pembantu seperti kalender harian atau jurnal harian.

Apabila anda mengalami keluhan ini atau mengenal kerabat dengan keluhan yang dipaparkan diatas, ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.


Memiliki tubuh tinggi memang menjadi idaman banyak orang. Menarik perhatian lawan jenis lebih mudah dilakukan jika terlihat menonjol dan memiliki postur ideal. Tapi Benarkah lepas usia 20 tahun masa pertumbuhan tinggi badan berakhir?

Padahal, demi tubuh tinggi yang ideal, banyak cara dijalankan. Misalnya, olahraga renang, skipping, bola basket, hingga minum suplemen agar tinggi terus bertambah.

Ahli kesehatan dr. Odih Fachruzi menjelaskan, sebenarnya tulang pada tubuh manusia terbagi dalam beberapa bagian. Salah satunya bernama lempeng epifisis. Bagian inilah yang menentukan pertumbuhan tulang seseorang. Selama lempeng epifisis belum tertutup, maka masih ada kemungkinan bagi seseorang untuk bertambah tinggi.

"Pada usia muda, lempeng ini akan terlihat renggang pada pencitraan (foto roentgen). Jika sudah menutup, maka pertumbuhan tulang pun sudah maksimal," ujarnya kepada Plasadana.com.

Alumni Universitas Jenderal Ahmad Yani ini mengatakan, setiap tulang memiliki batas usia penutupan lempeng epifisis. Sebagai contoh, untuk tulang paha wanita akan menutup pada usia 15-19 tahun. Sedangkan lempeng epifisis pada tulang paha pria menutup pada usia 17-21 tahun.

Selanjutnya, tulang lengan atas wanita umumnya menutup pada usia 18-22 tahun dan pria mulai tertutup ketika memasuki usia 20-25 tahun. "Tapi rata-rata batas maksimal pertumbuhan tulang itu antara usia 17-20 tahun," papar dia.

Adapun perbedaan usia penutupan lempeng epifisis antara pria dan wanita, kata dia, disebabkan oleh jumlah hormon yang dimiliki tubuh. Pada dasarnya, perkembangan tulang diatur oleh hormon pertumbuhan, hormon tiroid, dan hormon seks.

"Pada wanita, jumlah hormon tersebut berkembang lebih cepat, sehingga penutupan lempeng epifisis juga terjadi lebih cepat ketimbang pria," papar dia

Pada saat lempeng epifisis menutup, tulang sudah tidak dapat tumbuh lagi. Dengan begitu, upaya menambah tinggi melalui kegiatan olahraga maupun meminum suplemen tidak akan banyak membantu. "Konsumsi suplemen hanya bermanfaat untuk pemadatan tulang dan tidak dapat membuat lempeng episifis terbuka kembali," tuturnya.

Untuk itu, Odih mengingatkan, sangat penting bagi seseorang agar memperhatikan asupan makanan pada usia muda, terutama di bawah 14 tahun, saat tulang pada masa pertumbuhan emas. Asupan makanan yang cukup bisa bermanfaat bagi pertumbuhan tulang. Dengan begitu, harapan memiliki tubuh yang tinggi jadi bukan hal yang mustahil.

"Pola makan harus diperhatikan. Makanlah makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna," anjurnya.

( http://id.she.yahoo.com )



Sarah Smith, 42 tahun asal Inggris membagi pengalamannya saat melakukan percobaan pribadi mengonsumsi air putih lebih banyak.

kita tahu bahwa tubuh membutuhkan cairan setiap hari. Dengan patokan ini, seringkali tercipta pandangan: yang penting kebutuhan cairan terpenuhi, apa pun yang diminum. Banyak orang di semua belahan dunia berpikiran serupa. Maka, kita lebih memilih langsung minum kopi saat bangun pagi, memilih minuman isotonik saat kelelahan, atau memilih minuman bersoda, teh, saat santai.

Sangat wajar memanjakan tubuh. Namun, pernahkah Anda mencoba untuk lebih mengambil segelas air putih di waktu-waktu tersebut agar kebutuhan 3 liter air sehari terpenuhi oleh tubuh? Mungkin pengalaman Sarah berikut ini bisa jadi renungan.

Sarah Smith (sebagaimana diceritakan pada Daily Mail)
Biasanya saya memulai hari dengan secangkir teh, kemudian mungkin segelas air setelah makan siang dan malam. Sepertinya lumayan banyak, tapi tentu saja sebenarnya tidak cukup.

Saya menderita sakit kepala menahun dan pencernaan yang buruk, dan ketika berkonsultasi dengan ahli saraf serta ahli gizi tentang masalah ini, mereka menganjurkan saya mengonsumsi 3 liter cairan (air putih) setiap hari.

Saya juga membaca setidaknya 1 dari lima wanita di Inggris kurang banyak mengonsumsi air putih per hari, maka saya memutuskan melakukan percobaan. Inilah foto saat saya memulai percobaan ini.

 


Minggu 1
Tiga liter air putih setiap hari bukan perkara mudah. Ahli kesehatan menyarankan jangan drastis melakukannya. Ia menyarankan membagi menjadi 3 x 1 liter, pagi, siang, sore.

Setelah satu minggu berjalan, mulai tampak perubahan. Air seni (urin) saya jadi lebih terang, tidak berwarna kuning gelap lagi. Saya juga lebih mudah melakukan yoga. Ya, saya sudah melakukan yoga tiap pagi selama bertahun-tahun, namun semenjak melakukan percobaan air putih menjadi semakin mudah. Menurut Gemma Critchley dari British Association Diet, air membantu melumasi sendi.


Minggu 2
Berat saya turun 1/2 kg. Warna kulit saya jadi lebih bersih.  Masih ada kerutan di bawah mata, tapi warnanya tidak gelap lagi. Bercak di wajah saya juga berkurang.

Saya merasa senang ketika adik ipar memberitahu kulit saya terlihat lebih cerah daripada seminggu yang lalu.


Minggu 3

Lingkar pinggang di awal percobaan 28, dan sekarang 27,5. Wow, lebih langsing. Lingkaran hitam dan kerutan di bawah mata saya hampir menghilang, dan kulit saya terlihat lebih terpelihara. Sekarang kulit saya tampaknya memiliki elastisitas yang jauh lebih baik.


Minggu 4

Ukuran pinggang saya kini 27. Saya benar-benar tidak percaya perbedaan di wajah saya. Saya  tampak seperti seorang wanita yang berbeda. Bayangan gelap di mata telah hilang, bercak di kulit juga hilang.

Saya merasa lebih ramping dan sehat. Apapun yang terjadi, saya akan terus minum 3 liter air sehari - dan akan menyarankan pada setiap wanita untuk melakukan hal yang sama (setelah berkonsultasi ke dokter, tentu saja).

Saya merasa bugar, lebih ramping dan sehat, dan suami saya serta teman-teman memberitahu bahwa saya terlihat sepuluh tahun lebih muda.(ApaKabarDunia.com )



Pepaya kaya akan vitamin C dan merupakan sumber antioksidan yang baik. Kandungan serat di dalamnya juga halus, sehingga baik dikonsumsi oleh kalangan balita sampai usia lanjut. Pohon pepaya aslinya berasal dari Meksiko Selatan. Tingginya dapat mencapai ±10 meter dan buahnya dapat dinikmati kapan saja. Tanaman pepaya kini telah meluas, khususnya di negara tropis.

Dalam pengobatan tradisional Cina, pepaya dikenal dapat mengatasi gangguan pencernaan. Buah yang tak mengenal musim ini dapat menghilangkan cacing usus. Pepaya masak dapat digunakan untuk penyembuhan disentri, rematik dan yang bermasalah dengan produksi lendir.

Yayasan Kanker Internasional pada tahun 1997 melaporkan tentang manfaat vitamin C dan karoten, yang banyak terdapat dalam pepaya, untuk membantu mencegah kanker. Muncul anjuran diet makanan yang mengandung vitamin C dan karotenoid untuk mencegah kanker paru-paru. Cara ini juga kemungkinan dapat melawan kanker kolon, pankreas, kandung kemih dan payudara, serta mengurangi radikal bebas yang merupakan pencetus kanker.

Rokok merupakan ikatan oksidan yang dapat dilawan dengan antioksidan. Untuk perokok sebaiknya tingkatkan konsumsi vitamin C untuk menyamai kadar vitamin C bagi yang bukan perokok. Vitamin C sangat esensial untuk pembentukan sperma. Kekurangan vitamin C pada lelaki akan dapat menghambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi vitamin C sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi vitamin C.

Vitamin C juga dapat mengurangi risiko katarak, memperkuat dinding kapiler darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Para peneliti percaya bahwa vitamin C juga dapat menghambat penuaan dengan memperbarui sel darah putih. Pepaya sangat tepat diberikan kepada kaum lanjut usia karena mudah dinikmati dan dicerna. Perlu diperhatikan agar jangan mencampur pepaya untuk masakan jeli dan agar-agar telur karena enzim papain yang ada dalam pepaya akan merusak protein dan agar-agar telur.




Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukan adanya penyusutan se-sel otak selama tidur, untuk memberikan celah antara neuron dan cairan otak agar bisa membersihkan toksin dalam otak.

Para peneliti juga berpendapat bahwa otak yang tidak bersih dari toksin atau protein beracun mungkin akan menjadi salah satu penyebab dari gejala gangguan otak.

“Otak hanya memiliki energi yang terbatas dan harus memilih antara dua fungsi yang berbeda-beda, antara bangun dan sadar atau tidur dan membersihkan,” kata Dr. Maiken Nedergaard, M.D., D.M.Sc., dari University of Rochester Medical Center, NY, AS, yang melakukan penelitian ini.

“Anda bisa menggambarkan otak seperti rumah pesta, dimana Anda bisa menghibur tamu atau membersihkan rumah, namun Anda pasti tidak akan bisa melakukan keduanya pada waktu yang sama,” tegas Nedergaard.

Penelitian ini juga menjadi tambahan bukti pada penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa otak memiliki saluran sendiri (sistem glymphatic) yang berguna untuk membawa kotoran keluar dari otak.
Para peneliti juga percaya, bahwa sistem glymphatic menjadi 10 kali lebih aktif ketika tidur, walaupun penelitian yang dilakukan masih menggunakan tikus sebagai obyek penelitian.

Sementara Dr. Neil Stanley, seorang ahli tidur independen yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan, “Ini merupakan penelitian yang sangat menarik, dimana menunjukan waktu tidur sangat penting untuk membuang neurotoksin keluar dari otak.”

Para peneliti lain juga sepakat untuk melakukan penelitian lebih lanjut, untuk bisa memastikan penelitian tersebut, karena masalah dengan mekanisme pembersihan otak juga dapat menyebabkan beberapa penyakit akibat gangguan otak, salah satunya demensia.

Badan amal Alzheimer’s Research, UK, juga menyatakan siap untuk membantu penelitian lebih lanjut agar bisa melihat apakah kerusakan pada sistem pembuangan toksin dalam otak dapat menyebabkan penyakit seperti demensia.

Well, jangan sia-siakan waktu tidur Anda ya!



Global Burden Disease (GBD), sebuah organisasi inisiatif global yang melibatkan WHO, meneliti kematian dan penyakit dari semua faktor penyebab di seluruh dunia.

Menurut penelitian, di Asia selatan, polusi udara kini berada di peringkat keenam sebagai pembunuh manusia yang paling berbahaya di dunia. Polusi udara sudah menyebabkan 3,2 juta kematian di seluruh dunia.

Angka ini telah meningkat dari total 800.000 kematian, yang diperkirakan oleh GBD pada 2000. Peningkatan ini mencapai 300 persen.

Di Asia Selatan, polusi udara bergabung bersama faktor-faktor kematian lainnya seperti tekanan darah, merokok tembakau, polusi udara indoor, asupan miskin buah-buahan dan diabetes.

Menurut angka perkiraan GBD terbaru, lebih dari 2,1 juta kematian prematur dan 52 juta tahun menderita sakit pada 2010 akibat pencemaran udara partikel halus di Asia.



Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa udara yang kita hirup telah terkontaminasi oleh zat berbahaya yang menjadi penyebab utama kanker paru-paru.

International Agency for Research on Cancer (IARC) mengutarakan bahwa pada tahun 2010, sekitar 223.000 kasus kematian diseluruh dunia disebabkan oleh kanker paru-paru akibat polusi udara, bahkan ada bukti yang meyakinkan polusi udara juga meningkatkan risiko kanker kantung kemih.
Polusi udara sudah diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit pernapasan dan penyakit jantung. Namun itu semua tergantung pada tingkat paparan dari berbagai negara belahan dunia.

Dalam sebuah pernyataan pada jumpa pers di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, wakil kepala badan kanker dunia di WHO, Dana Loomis, mengatakan,”Tugas utama kami adalah untuk mengevaluasi semua udara dan bukan hanya pada polusi udara dalam kondisi tertentu.”

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh badan kanker dunia, risiko meningkatnya kanker paru-paru secara signifikan terjadi pada orang yang terkena polusi udara, yang sebagian besar disebabkan oleh transportasi, pembangkit listrik, dan emisi industri, namun risiko yang sama juga ditemukan pada asap rokok.

Survei ini juga menunjukan tingkat paparan polusi udara telah meningkat pada beberapa negara di dunia dengan populasi besar dan memiliki industri yang maju, salah satunya Cina.

Di Indonesia sendiri penyakit pernapasan menempati urutan ke empat dari daftar penyebab kematian.
Blog Info